Sebuah Pelajaran

Dikisahkan seorang Bapak bersama Anaknya berjalan ke sebuah pasar dengan membawa seekor keledai. Sambil jalan-jalan, keledai itu mereka tuntun begitu saja, tanpa mereka tunggangi. Orang-orang di pasarpun berkata: “Begitu bodohnya orang itu, membawa kendaraan tetapi tidak dimanfaatkan/ditunggangi”. Mendengar hal itu akhirnya si Anak menaiki keledai tersebut sambil melanjutkan perjalanan. Orang-orang pun berkata: “Dasar itu anak kurang ajar, masa ia enak-enakan naik kendaraan, sedang Bapaknya ia biarkan berjalan, tidak menghormati oarang tua”. Mendengar perkataan itu, akhirnya gantian si Bapak yang naik. Orang-orang di pasarpun berkomentar: ” Kok tega orang ini, kaga kasihan sama anaknya. Masa anaknya disuruh berjalan sendirian”. Akhirnya mereka berdua naik ke punggung keledai dan mengendarainya. Ada aja orang yang berkata: “Bagaimana ini, masa keledai seperti itu ditunggangi berdua, kasihan ia, membawa beban terlalu berat”. Akhirnya merekapun turun dan memanggul keledai tersebut berdua. Orang di pasarpun berkata: ” Dasar orang kaga punya kerjaan, seharusnya kan dinaiki”. Kemudian sang Bapak menasehati anaknya tentang hikmah perjalanannya tadi…

Tanya kenapa? Karena mereka tidak pernah bertanya kenapa.

Pelajaran yang dapat kita petik adalah:

1. Apapun yang kita lakukan, yang baik dan yang buruk, yang salah dan yang benar, pasti akan mendapat “respon” dari orang lain. La Tahzan. Jadikan itu sebuah pelajaran berharga dalam proses menuju yang lebih baik.

2. Kebanyakan manusia jarang yang mau Berpikir dan Bertanya Kenapa? Tanya kenapa?

3. Kebanyakan manusia suka memandang jelek dan mencari kejelekan orang lain tanpa mau bertanya, kenapa?

Allohu A’lam..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: