Niat Baik

Seorang pria duduk termenung di taman

Ia melihat kepompong yang tiba saatnya berubah menjadi kupu-kupu

Ia amati dan terus diamati

Si kupu-kupu keluar sangat lama, dengan mengerahkan semua tenaga,

Tak kunjung jua ia selesai

Si pria pun berfikir, dengan rasa kasih sayang dan iba

Seandainya saya bantu si kupu-kupu keluar dari kepompong

Tentu akan sangat membantunya, si kupu-kupu dapat segera terbang dan bermain

Maka si pria mengambil gunting dan membuka kepompong

Si kupu-kupu pun dengan mudah keluar

Si pria terus mengamati sang kupu-kupu

Berharap segera melihat sayap sang kupu-kupu mengembang dan terbang

Lama ditunggu-tunggu namun tak kunjung jua

Malah si kupu-kupu tak bisa terbang dan iapun berjalan dengan merangkak

Menjalani sisa hidupnya tanpa bisa terbang

Hanya merangkak…

Tahukah kenapa?

Ketika si kupu-kupu berusaha sekuat tenaganya untuk keluar dari kepompong

Darah terpompa, mengalir ke sayap, hingga bisa mengembang

Lalu sang kupu-kupu bisa terbang…

Apakah yang telah diperbuat si pria?

Niat baiknya tak membawa kebaikan…

Yang menjadi pertanyaan adalah….

Bagaimana dengan pihak-pihak yang mengusahakan anak didiknya mendapatkan nilai yang bagus, dengan cara instan, membentuk tim sukses, dan sebagainya?? Dengan menghalalkan segala cara? Apakah seperti si Pria tadi? Wallohu A’lam…

(disadur dari Bpk Drs. Setiawan, M.Pd (Widyaiswara PPPPTK Matematika Yogyakarta), dengan redaksi yang berbeda)

Oleh-oleh dari kunjungan MGMP Matematika SMA Ponorogo ke PPPPTK Matematika Yogyakarta, 22 Juni 2010

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: